petanimal.org Bagi banyak orang, hewan peliharaan bukan sekadar binatang di rumah. Kucing, anjing, atau hewan lain sering dianggap sebagai bagian dari keluarga. Tidak heran jika banyak pemilik merasa nyaman ketika tidur bersama peliharaannya di kamar, bahkan di atas kasur.
Kebiasaan tidur bareng hewan peliharaan memang terlihat wajar dan sering dianggap sebagai bentuk kedekatan emosional. Banyak orang merasa lebih tenang, hangat, dan aman saat ditemani hewan kesayangan. Kehadiran mereka bisa memberikan rasa nyaman, terutama bagi orang yang tinggal sendiri atau sedang mengalami stres.
Namun, meskipun terlihat menyenangkan, tidur bersama hewan peliharaan tetap memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Kedekatan fisik yang terlalu intens dapat membawa dampak kesehatan, baik bagi manusia maupun hewan itu sendiri.
Manfaat Emosional yang Sering Dirasakan Pemilik
Tidur bersama hewan peliharaan sering dikaitkan dengan manfaat psikologis. Hewan peliharaan dapat membantu menurunkan rasa cemas dan memberikan efek relaksasi.
Beberapa orang merasa lebih cepat tertidur karena mendengar suara napas kucing atau anjing yang menenangkan. Ada juga yang merasa tidur lebih nyaman karena hewan peliharaan memberi kehangatan.
Kehadiran hewan juga dapat meningkatkan rasa keterikatan emosional. Bagi sebagian pemilik, momen sebelum tidur adalah waktu terbaik untuk merasa dekat dengan peliharaan mereka.
Walau begitu, manfaat ini tetap harus diimbangi dengan kesadaran akan potensi risiko kesehatan yang mungkin muncul.
Risiko Alergi dan Gangguan Pernapasan
Salah satu risiko paling umum dari tidur bersama hewan peliharaan adalah alergi. Bulu, serpihan kulit, air liur, dan debu yang menempel pada tubuh hewan dapat memicu reaksi alergi.
Gejalanya bisa berupa bersin, hidung tersumbat, mata gatal, hingga sesak napas. Bagi penderita asma, tidur bersama hewan dapat memperburuk kondisi dan mengganggu kualitas tidur.
Bahkan orang yang tidak memiliki alergi sebelumnya bisa mengalami sensitivitas jika terpapar terus-menerus dalam jangka panjang.
Karena itu, jika sering mengalami gangguan pernapasan saat tidur, kebiasaan ini sebaiknya dievaluasi.
Potensi Parasit dan Penyakit Zoonosis
Hewan peliharaan dapat membawa parasit seperti kutu, tungau, atau cacing. Meski hewan terlihat bersih, parasit bisa saja menempel tanpa disadari.
Jika hewan tidur di kasur, parasit dapat berpindah ke lingkungan tidur manusia. Hal ini berisiko menyebabkan gatal-gatal, iritasi kulit, hingga infeksi.
Selain itu, ada juga risiko penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Contohnya termasuk infeksi jamur kulit, bakteri tertentu, atau penyakit yang dibawa kutu.
Risiko ini lebih tinggi jika hewan jarang diperiksa dokter atau tidak mendapatkan vaksinasi dan obat antiparasit secara rutin.
Gangguan Kualitas Tidur
Tidur bersama hewan peliharaan juga dapat mengganggu kualitas tidur tanpa disadari. Hewan memiliki pola tidur yang berbeda dengan manusia.
Kucing, misalnya, cenderung aktif pada malam atau dini hari. Anjing juga bisa bergerak, mendengkur, atau tiba-tiba berpindah posisi.
Gerakan kecil ini mungkin tidak terasa, tetapi dapat memicu tidur yang tidak nyenyak. Akibatnya, pemilik bisa bangun dengan tubuh lelah meski merasa tidur cukup lama.
Bagi orang yang memiliki gangguan tidur atau insomnia, tidur bersama hewan bisa memperburuk kondisi.
Risiko Kebersihan dan Higienitas Kasur
Hewan peliharaan sering bermain di luar rumah atau di lantai. Mereka dapat membawa kotoran, debu, atau bakteri yang menempel di kaki dan bulu.
Jika hewan langsung naik ke kasur, kasur menjadi lebih cepat kotor. Hal ini dapat meningkatkan risiko masalah kulit atau infeksi ringan.
Selain itu, bau hewan juga bisa menempel pada sprei dan selimut. Pemilik harus lebih sering mencuci perlengkapan tidur agar tetap higienis.
Kebersihan menjadi faktor penting jika tetap ingin tidur dekat dengan hewan peliharaan.
Siapa yang Sebaiknya Menghindari Kebiasaan Ini?
Tidak semua orang cocok tidur bersama hewan peliharaan. Ada beberapa kelompok yang sebaiknya lebih berhati-hati, seperti:
- Penderita asma atau alergi berat
- Anak kecil dengan daya tahan tubuh belum kuat
- Lansia dengan risiko infeksi lebih tinggi
- Orang dengan sistem imun lemah
- Pemilik yang memiliki gangguan tidur kronis
Dalam kondisi tersebut, menjaga jarak tidur dengan hewan bisa menjadi pilihan lebih aman.
Tips Aman Jika Tetap Ingin Dekat dengan Peliharaan
Bagi pemilik yang tetap ingin hewan berada di kamar, ada beberapa langkah untuk mengurangi risiko:
- Pastikan hewan rutin vaksin dan diberi obat antiparasit
- Mandikan dan sisir bulu secara teratur
- Jangan biarkan hewan tidur tepat di bantal atau dekat wajah
- Bersihkan sprei dan selimut lebih sering
- Sediakan tempat tidur khusus hewan di sudut kamar
Dengan cara ini, kedekatan tetap bisa terjaga tanpa mengorbankan kesehatan.
Penutup
Tidur bersama hewan peliharaan memang memberikan kenyamanan emosional bagi banyak orang. Namun, kebiasaan ini juga membawa risiko kesehatan seperti alergi, parasit, gangguan tidur, hingga masalah kebersihan.
Pemilik perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan diri dan hewan sebelum membiarkan kebiasaan ini terus berlangsung. Dengan perawatan yang baik dan langkah pencegahan, interaksi dengan hewan peliharaan tetap bisa aman dan menyenangkan.

Cek Juga Artikel Dari Platform radarjawa.web.id
