Populasi Burung di Amerika Serikat Terus Menyusut
Populasi burung di Amerika Serikat menurun pada tingkat yang semakin mengkhawatirkan. Hal ini terungkap dalam laporan ilmiah terbaru yang dirilis oleh aliansi kelompok sains dan konservasi lingkungan.
Laporan bertajuk U.S. State of the Birds 2025 menyebutkan bahwa penurunan populasi burung terjadi hampir di semua jenis habitat. Mulai dari padang rumput, lahan basah, hutan, hingga wilayah pesisir.
Para peneliti menilai kondisi ini sebagai sinyal bahaya bagi ekosistem. Burung selama ini dikenal sebagai indikator kesehatan lingkungan.
Lebih dari 100 Spesies Capai Titik Kritis
Salah satu temuan paling mengkhawatirkan dalam laporan tersebut adalah kondisi lebih dari 100 spesies burung. Spesies-spesies ini disebut telah mencapai “titik kritis”.
Dalam kurun waktu sekitar 50 tahun terakhir, populasi mereka menyusut lebih dari 50 persen. Penurunan ini dinilai sangat tajam dan berpotensi mengarah pada kepunahan lokal.
Spesies yang terdampak tidak hanya burung langka. Banyak di antaranya sebelumnya dianggap umum dan mudah dijumpai di alam liar.
Penurunan Terjadi di Hampir Semua Habitat
Laporan tersebut menegaskan bahwa penurunan populasi burung tidak terbatas pada satu jenis habitat. Semua ekosistem utama di Amerika Serikat terdampak.
Burung hutan, burung padang rumput, burung pesisir, hingga burung air menunjukkan tren penurunan. Bahkan kelompok burung yang sebelumnya dianggap sukses dalam konservasi kini mulai tertekan.
Hal ini menunjukkan bahwa tekanan lingkungan bersifat sistemik. Tidak ada habitat yang benar-benar aman dari degradasi.
Bebek Ikut Mengalami Penurunan Populasi
Populasi bebek menjadi salah satu sorotan penting dalam laporan ini. Selama beberapa dekade, bebek sering disebut sebagai contoh keberhasilan konservasi satwa liar.
Namun laporan Associated Press menyebutkan bahwa populasi bebek telah turun sekitar 30 persen sejak 2017. Meski demikian, jumlah bebek saat ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan populasi mereka pada 1970.
Penurunan terbaru ini tetap menjadi peringatan serius. Jika tren berlanjut, keberhasilan konservasi sebelumnya bisa terancam.
Sedikit Titik Terang dari Burung Air
Di tengah laporan yang didominasi kabar buruk, terdapat sedikit titik terang. Beberapa jenis burung air seperti bangau dan kuntul menunjukkan peningkatan populasi.
Presiden American Bird Conservancy, Michael Parr, menyebut kelompok burung ini sebagai pengecualian.
Menurutnya, upaya perlindungan lahan basah memberikan dampak positif bagi burung air. Namun peningkatan ini belum cukup untuk menutup tren penurunan secara keseluruhan.
Hilangnya Habitat Jadi Faktor Utama
Para ilmuwan sepakat bahwa hilangnya habitat merupakan penyebab utama penurunan populasi burung. Alih fungsi lahan untuk pertanian intensif, pembangunan perkotaan, dan infrastruktur telah mengurangi ruang hidup burung.
Padang rumput alami menyusut drastis. Lahan basah dikeringkan. Hutan terfragmentasi oleh jalan dan permukiman.
Akibatnya, burung kehilangan tempat berkembang biak, mencari makan, dan bermigrasi. Tekanan ini terjadi secara perlahan namun konsisten selama puluhan tahun.
Perubahan Iklim Memperparah Krisis
Selain hilangnya habitat, perubahan iklim juga berperan besar dalam krisis ini. Perubahan suhu dan pola cuaca memengaruhi siklus hidup burung.
Migrasi menjadi tidak sinkron dengan ketersediaan makanan. Musim bertelur terganggu. Fenomena cuaca ekstrem juga meningkatkan angka kematian.
Para peneliti menilai bahwa tanpa upaya mitigasi iklim, tekanan terhadap populasi burung akan semakin berat di masa depan.
Sepertiga Spesies Butuh Perhatian Mendesak
Menurut Cornell Lab of Ornithology, sekitar satu dari tiga spesies burung di Amerika Serikat memerlukan perhatian konservasi mendesak.
Direktur fakultas Pusat Studi Populasi Burung Cornell, Amanda Rodewald, menegaskan bahwa spesies-spesies tersebut mencakup burung yang selama ini dianggap melimpah.
Pernyataan ini memperkuat temuan bahwa krisis burung bukan masalah marginal. Ini adalah masalah nasional dengan implikasi ekologi luas.
Dampak Penurunan Burung terhadap Ekosistem
Penurunan populasi burung tidak hanya berdampak pada keanekaragaman hayati. Burung memiliki peran penting dalam ekosistem.
Mereka membantu pengendalian hama, penyerbukan, dan penyebaran biji. Hilangnya burung dapat mengganggu keseimbangan ekosistem alami.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa krisis burung bisa menjadi pertanda kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Seruan Penguatan Upaya Konservasi
Laporan State of the Birds 2025 menyerukan penguatan kebijakan konservasi. Perlindungan habitat menjadi prioritas utama.
Selain itu, dibutuhkan upaya lintas sektor. Mulai dari kebijakan tata ruang, pertanian berkelanjutan, hingga pengendalian emisi gas rumah kaca.
Para peneliti menekankan bahwa masih ada waktu untuk membalikkan tren ini. Namun tindakan harus dilakukan segera dan berskala besar.
Penutup
Penurunan populasi burung di Amerika Serikat menjadi peringatan serius bagi kondisi lingkungan global. Lebih dari 100 spesies telah berada di titik kritis, sementara sepertiga spesies lainnya membutuhkan perhatian mendesak.
Laporan ini menunjukkan bahwa krisis keanekaragaman hayati tidak lagi bersifat abstrak. Burung, yang selama ini menjadi bagian dekat dari kehidupan manusia, kini menjadi simbol nyata dari tekanan lingkungan yang terus meningkat.
Tanpa langkah konservasi yang tegas dan berkelanjutan, suara burung yang dulu memenuhi langit Amerika bisa semakin jarang terdengar di masa depan.
Baca Juga : Klinik Hewan Sidoarjo Imbau Pemilik Tangani Penyakit Sejak Dini
Cek Juga Artikel Dari Platform : updatecepat

