Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan bagi Kesehatan dan Psikologis
Memelihara hewan peliharaan bukan sekadar hobi atau bentuk hiburan di rumah. Kehadiran hewan seperti kucing, anjing, ikan, atau burung dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan fisik, mental, dan sosial pemiliknya. Manfaat ini dapat dirasakan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia, bahkan oleh individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
Berikut sejumlah manfaat utama memiliki hewan peliharaan yang telah banyak didukung oleh penelitian medis dan psikologis.
1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Tinggal bersama hewan peliharaan diketahui dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan rumah dengan hewan peliharaan cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa balita yang terbiasa terpapar mikroorganisme dari hewan peliharaan memiliki risiko lebih rendah mengalami alergi, asma, dan eksim. Paparan mikroba alami ini membantu sistem imun belajar membedakan mana ancaman berbahaya dan mana yang tidak.
Meski demikian, bagi individu yang memiliki alergi terhadap bulu atau air liur hewan, memelihara hewan peliharaan tetap perlu dipertimbangkan dengan hati-hati dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
2. Meredakan Stres dan Menjaga Kesehatan Mental
Bermain atau sekadar berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat memberikan efek relaksasi. Aktivitas ini terbukti meningkatkan hormon dopamin dan serotonin di otak, yaitu hormon yang berperan dalam perasaan bahagia dan tenang.
Hewan peliharaan juga berfungsi sebagai teman setia yang mampu mengurangi rasa kesepian. Hal ini sangat bermanfaat bagi individu yang tinggal sendiri atau rentan mengalami gangguan psikologis seperti stres kronis dan depresi.
3. Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Bagi anak-anak, hewan peliharaan bukan hanya teman bermain, tetapi juga sarana pembelajaran emosional. Memelihara hewan dapat menumbuhkan empati, rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kedekatan emosional.
Interaksi dengan hewan juga membantu meningkatkan daya imajinasi dan konsentrasi. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa anak dengan kesulitan belajar atau gangguan perkembangan dapat menjadi lebih tenang dan fokus ketika berinteraksi dengan hewan peliharaan.
Namun demikian, pengawasan orang tua tetap penting untuk mencegah risiko cedera akibat cakaran atau gigitan.
4. Menemani dan Menjaga Kesejahteraan Lansia
Bagi lansia, kehadiran hewan peliharaan dapat memberikan dampak emosional yang besar. Penelitian menunjukkan bahwa lansia dengan penyakit Alzheimer atau demensia merasa lebih rileks, bahagia, dan terhibur ketika memiliki hewan peliharaan di rumah.
Hewan peliharaan membantu mengurangi rasa kesepian, meningkatkan rutinitas harian, serta memberikan rasa memiliki yang berdampak positif pada kesehatan mental.
5. Mendorong Gaya Hidup Lebih Aktif
Memelihara hewan, khususnya anjing, dapat mendorong pemiliknya untuk lebih aktif bergerak. Aktivitas seperti berjalan kaki, bermain di luar rumah, membersihkan kandang, atau memberi makan hewan membantu meningkatkan aktivitas fisik secara alami.
Bagi orang yang enggan berolahraga, aktivitas bersama hewan peliharaan bisa menjadi alternatif yang menyenangkan untuk menjaga kebugaran tubuh.
6. Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi
Hewan peliharaan juga berperan sebagai jembatan sosial. Pemilik hewan sering kali lebih mudah berinteraksi dengan orang lain, misalnya saat berjalan-jalan di taman atau mengikuti komunitas pecinta hewan.
Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa hewan peliharaan dapat membantu anak dengan autisme untuk berinteraksi lebih baik dengan lingkungan sekitarnya, meningkatkan kemampuan komunikasi dan empati.
Risiko Memiliki Hewan Peliharaan yang Perlu Diwaspadai
Di balik manfaatnya, memelihara hewan juga memiliki risiko kesehatan jika tidak dirawat dengan baik. Komitmen dalam menjaga kebersihan dan kesehatan hewan menjadi kunci utama untuk mencegah penularan penyakit.
1. Kutu dan Parasit Kulit
Hewan yang sering menggaruk tubuhnya bisa menjadi tanda adanya kutu. Kutu dapat berpindah ke lingkungan rumah, seperti sofa, kasur, dan karpet, serta menyebabkan gatal pada manusia.
Selain itu, kutu juga berpotensi menularkan penyakit serius. Penanganan dapat dilakukan dengan obat atau bedak antikutu sesuai anjuran dokter hewan.
2. Infeksi Cacing
Cacing pita dan cacing gelang merupakan parasit yang umum ditemukan pada hewan peliharaan. Gejalanya meliputi muntah, diare, dan penurunan berat badan.
Telur cacing dapat berpindah ke manusia melalui tanah atau pasir yang terkontaminasi. Pada manusia, infeksi cacing dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius jika tidak ditangani dengan baik.
3. Penyakit Kulit seperti Kurap
Kurap dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan kulit atau bulu yang terinfeksi. Penyakit ini ditandai dengan ruam melingkar dan rasa gatal pada kulit.
Jika hewan menunjukkan tanda-tanda kurap, segera periksakan ke dokter hewan untuk mencegah penularan lebih lanjut.
4. Luka Akibat Cakaran atau Gigitan
Meski jinak, hewan tetap memiliki naluri alami. Anak-anak yang terlalu antusias bermain bisa memicu reaksi defensif dari hewan, sehingga berisiko digigit atau dicakar.
Pengawasan dan edukasi kepada anak tentang cara berinteraksi dengan hewan sangat penting.
5. Risiko Toksoplasmosis
Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii yang umumnya ditemukan pada tinja kucing. Penyakit ini berbahaya bagi ibu hamil karena dapat memengaruhi janin.
Untuk mengurangi risiko, kebersihan kandang harus dijaga, dan ibu hamil sebaiknya tidak membersihkan kotoran kucing secara langsung.
Kesimpulan
Memiliki hewan peliharaan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik, mental, dan sosial. Dari meningkatkan sistem imun hingga mendukung kesejahteraan emosional, hewan peliharaan dapat menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga.
Namun, manfaat tersebut hanya dapat dirasakan secara optimal jika disertai tanggung jawab penuh dalam merawat hewan. Pemeriksaan rutin, vaksinasi, kebersihan lingkungan, serta edukasi kepada seluruh anggota keluarga menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko penyakit.
Sebelum memutuskan memelihara hewan, pertimbangkan kondisi kesehatan keluarga dan konsultasikan dengan tenaga medis bila diperlukan. Dengan perawatan yang tepat, hewan peliharaan dapat menjadi sahabat setia sekaligus penunjang kesehatan jangka panjang.
Baca Juga : Tinggal dengan Hewan Peliharaan Bisa Turunkan Risiko Alergi
Cek Juga Artikel Dari Platform : ketapangnews

