petanimal.org Datangnya musim hujan membawa banyak perubahan di lingkungan sekitar rumah. Selain udara yang terasa lebih sejuk dan curah air yang meningkat, kondisi ini juga memengaruhi perilaku berbagai jenis hewan.
Tanah yang lembap, genangan air, serta suhu yang lebih stabil menjadi faktor utama yang membuat beberapa hewan lebih aktif keluar dari habitat aslinya. Tidak jarang, mereka terlihat di halaman rumah, saluran air, dapur, hingga area tersembunyi seperti gudang dan kamar mandi.
Fenomena ini kerap membuat sebagian orang terkejut, karena hewan-hewan tersebut jarang muncul saat musim kemarau.
Mengapa Hewan Lebih Sering Keluar Saat Hujan?
Musim hujan menciptakan lingkungan yang ideal bagi banyak hewan. Kelembapan tinggi membantu mereka bertahan hidup dan berkembang biak.
Selain itu, beberapa habitat alami seperti tanah kering, lubang, atau sarang bawah tanah bisa tergenang air, memaksa hewan mencari tempat baru yang lebih aman.
Kondisi inilah yang membuat hewan-hewan tertentu mendekati area pemukiman manusia.
1. Katak dan Kodok
Katak dan kodok menjadi hewan yang paling identik dengan musim hujan. Suara mereka sering terdengar di malam hari, terutama di sekitar halaman atau saluran air.
Hewan amfibi ini menyukai lingkungan lembap karena berkaitan langsung dengan proses berkembang biak. Air menjadi media penting bagi telur dan larva mereka.
Meski umumnya tidak berbahaya, keberadaan katak kerap membuat sebagian orang merasa terganggu, terutama jika jumlahnya cukup banyak.
2. Ular
Kemunculan ular saat musim hujan sering menimbulkan kepanikan. Hewan reptil ini keluar dari sarangnya karena habitatnya tergenang air atau mencari mangsa.
Area yang lembap seperti tumpukan kayu, kebun, dan saluran air menjadi lokasi favorit ular untuk berlindung sementara.
Tidak semua ular berbisa, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan demi keselamatan penghuni rumah.
3. Tikus
Curah hujan tinggi dapat merusak sarang tikus di selokan atau tanah, sehingga hewan pengerat ini berpindah ke area yang lebih kering.
Rumah yang memiliki sisa makanan atau celah kecil berpotensi menjadi target tikus.
Selain mengganggu, tikus juga dikenal sebagai pembawa penyakit, sehingga kehadirannya perlu segera ditangani.
4. Serangga seperti Kecoa dan Nyamuk
Kecoa sering muncul ke permukaan saat hujan deras karena saluran pembuangan mereka tergenang.
Sementara itu, nyamuk justru berkembang pesat akibat banyaknya genangan air yang menjadi tempat bertelur.
Kedua serangga ini termasuk yang paling mengganggu karena berpotensi membawa penyakit.
5. Kelabang dan Lipan
Kelabang atau lipan menyukai tempat lembap dan gelap. Saat musim hujan, mereka sering berpindah ke dalam rumah untuk mencari perlindungan.
Hewan ini biasanya muncul di kamar mandi, dapur, atau area bawah perabot.
Gigitan kelabang dapat menyebabkan rasa nyeri, meski jarang berakibat fatal.
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Kemunculan hewan-hewan tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Beberapa hewan dapat membawa bakteri, virus, atau racun yang berbahaya bagi manusia.
Oleh karena itu, kewaspadaan selama musim hujan menjadi hal penting untuk menjaga keamanan keluarga.
Cara Mengurangi Kemunculan Hewan di Rumah
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalkan kehadiran hewan saat musim hujan.
Menjaga kebersihan rumah menjadi langkah utama, terutama dengan menghindari sisa makanan terbuka.
Pastikan saluran air tidak tersumbat dan tidak ada genangan yang dapat menjadi tempat berkembang biak hewan.
Menutup celah pada pintu, jendela, dan dinding juga sangat membantu.
Pentingnya Menjaga Lingkungan Sekitar
Lingkungan rumah yang bersih dan tertata rapi dapat mengurangi risiko kemunculan hewan.
Rumput yang terlalu tinggi, tumpukan barang, serta sampah yang menumpuk sebaiknya segera dibersihkan.
Dengan lingkungan yang terawat, hewan cenderung enggan mendekati area pemukiman.
Kapan Perlu Menghubungi Petugas?
Jika kemunculan hewan sudah membahayakan, seperti ular atau hewan berbisa, sebaiknya tidak ditangani sendiri.
Menghubungi petugas pemadam kebakaran atau layanan darurat setempat menjadi pilihan paling aman.
Penanganan profesional dapat mencegah risiko cedera atau kecelakaan.
Musim Hujan Bukan Alasan Panik
Meskipun kemunculan hewan meningkat, musim hujan seharusnya tidak menjadi alasan untuk panik berlebihan.
Sebagian besar hewan hanya mencari tempat aman dan tidak berniat mengganggu manusia.
Dengan kesiapan dan pengetahuan yang cukup, risiko dapat diminimalkan.
Penutup
Musim hujan memang membawa tantangan tersendiri, termasuk meningkatnya kemunculan berbagai hewan di sekitar rumah.
Mulai dari katak, ular, tikus, hingga serangga, semuanya terdorong oleh perubahan lingkungan yang lembap dan basah.
Dengan menjaga kebersihan, memperhatikan lingkungan sekitar, serta meningkatkan kewaspadaan, rumah dapat tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman selama musim hujan berlangsung.

Cek Juga Artikel Dari Platform koronovirus.site
