petanimal.org Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan ketersediaan stok daging bagi masyarakat tetap aman dan mencukupi menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi akhir tahun. Selain aspek kuantitas, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius pada kualitas dan kesehatan hewan ternak agar daging yang beredar di pasaran benar-benar layak konsumsi.
Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Gresik, pengawasan terhadap rantai pasok hewan ternak dilakukan secara berlapis. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap lonjakan permintaan, sekaligus memastikan bahwa seluruh ternak dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Stok Hewan Ternak dalam Kondisi Terkendali
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Gresik, Viki Mustofa, menyampaikan bahwa hingga saat ini suplai hewan ternak di wilayah Gresik berada dalam kondisi sangat terkendali. Populasi sapi dan kambing dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Ia menegaskan bahwa distribusi ternak dari peternak lokal hingga tempat pemotongan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan daging maupun lonjakan harga yang tidak wajar.
Rumah Potong Hewan Beroperasi Normal
Aktivitas di Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah daerah dipastikan berjalan normal. RPH menjadi titik krusial dalam menjaga mutu daging, karena seluruh hewan yang masuk harus melewati pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah pemotongan.
Petugas kesehatan hewan secara rutin melakukan pengecekan fisik terhadap ternak yang akan dipotong. Pemeriksaan ini meliputi kondisi mulut, kuku, suhu tubuh, serta tanda-tanda klinis penyakit menular. Hewan yang tidak memenuhi standar kesehatan dipastikan tidak akan diproses untuk konsumsi.
Pengawasan Ketat terhadap Penyakit PMK
Salah satu fokus utama Dispertan Gresik adalah memastikan ternak bebas dari PMK. Penyakit ini sempat menjadi perhatian nasional karena dampaknya yang signifikan terhadap sektor peternakan dan distribusi pangan. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan sejak tingkat peternak hingga ke RPH.
Dispertan secara berkala melakukan vaksinasi, monitoring kesehatan, serta edukasi kepada peternak tentang biosekuriti. Langkah ini bertujuan memutus potensi penularan penyakit sekaligus menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk daging lokal.
Menurut Viki Mustofa, upaya pencegahan lebih efektif dibandingkan penanganan setelah penyakit menyebar. Karena itu, koordinasi dengan peternak dan pelaku usaha terus diperkuat agar standar kesehatan ternak tetap terjaga.
Jaminan Kualitas Daging bagi Konsumen
Selain bebas penyakit, kualitas daging juga menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah memastikan bahwa daging yang beredar memiliki mutu yang baik, segar, dan aman dikonsumsi. Proses penanganan pascapemotongan dilakukan sesuai standar, mulai dari kebersihan peralatan hingga penyimpanan daging.
Pengawasan juga dilakukan di pasar tradisional dan titik distribusi. Petugas melakukan inspeksi untuk memastikan daging yang dijual berasal dari sumber resmi dan telah melalui pemeriksaan kesehatan. Apabila ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan diambil sesuai ketentuan.
Peran Peternak Lokal dalam Ketahanan Pangan
Dispertan Gresik menilai peran peternak lokal sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Ketersediaan stok yang stabil tidak lepas dari komitmen peternak dalam menerapkan pola pemeliharaan yang baik dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah terus mendorong peternak untuk meningkatkan kualitas ternak melalui pendampingan teknis, akses vaksin, serta peningkatan manajemen kandang. Dengan ternak yang sehat, rantai pasok daging dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat agar membeli daging di tempat-tempat resmi dan terpercaya. Konsumen juga diminta untuk memperhatikan ciri-ciri daging yang layak konsumsi, seperti warna segar, tekstur kenyal, dan tidak berbau menyengat.
Masyarakat diharapkan tidak terpancing isu atau informasi yang belum terverifikasi terkait kelangkaan maupun keamanan daging. Pemerintah memastikan bahwa stok daging di Gresik dalam kondisi aman dan terus diawasi secara ketat.
Sinergi Menjaga Stabilitas Harga
Selain menjamin ketersediaan dan kualitas, pemerintah daerah juga berupaya menjaga stabilitas harga daging. Dengan pasokan yang mencukupi dan distribusi yang lancar, fluktuasi harga dapat ditekan. Langkah ini penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di momen meningkatnya kebutuhan konsumsi.
Koordinasi dengan pedagang, distributor, dan pelaku pasar terus dilakukan agar tidak terjadi penimbunan maupun praktik yang merugikan konsumen.
Penutup
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pertanian dan Peternakan memastikan bahwa stok daging di wilayahnya aman, mencukupi, dan berasal dari hewan ternak yang sehat serta bebas PMK. Pengawasan berlapis, mulai dari peternak, RPH, hingga pasar, menjadi kunci dalam menjaga kualitas pangan bagi masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah, peternak, dan pelaku usaha, kebutuhan daging masyarakat dapat terpenuhi tanpa mengorbankan aspek kesehatan dan keamanan pangan. Pemerintah daerah berharap upaya ini mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi di akhir tahun.

Cek Juga Artikel Dari Platform koronovirus.site
